Lembaga Pendidikan di bawah Organisasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah terus meningkatkan status kelembagaannya. Kali ini, Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Muhammadiyah Jayapura telah resmi naik status menjadi universitas dengan nama Universitas Muhammadiyah Papua. Wakil Ketua I Stikom Muhammadiyah Jayapura Indah Sulistiani yang juga tim perubahan alih status mengatakan (surat keputusan perubahan status sudah keluar pada 6 Oktober 2020).
SK Kemendikbud sudah diserahkan melalui Lembaga Layanan Pendidikan
Tinggi Wilayah XIV Papua dan Papua Barat kepada pimpinan Stikom
Muhammadiyah Jayapura di Biak pada 13 Oktober 2020.
Hingga kini nama Universitas Muhammadiyah telah launching berubah
nama dari status Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Muhammadiyah Papua. Perubahan ini disambut baik oleh Benhur Tommy Mano, selaku Wali Kota Jayapura bahwasanya "apa yang dilakukan oleh tim dari Universitas Muhammadiyah ini sangat membanggakan, ini merupakan sejarah yang harus di catat dan ini bukanlah hal yang biasa, dan ini bukan hal mudah." Ucapnya dalam acara launching kemarin. Indah menjelaskan sejarah Stikom Muhammadiyah Jayapura yang didirikan pada tanggal 26 September 2001 atau 19 tahun silam. Saat ini Universitas Muhammadiyah Papua memiliki 29 dosen ilmu komunikasi, 34 dosen luar biasa, dan sekitar 1.200 mahasiswa.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Papua Michael
Edowai mengaku sangat bangga dengan perubahan alih status kampusnya. Menurutnya, Stikom Muhammadiyah merupakan kampus Islam di Tanah Papua yang kemudian mayoritas menerima mahasiswa Papua, khususnya mahasiswa dari pegunungan. Edowai berharap Universitas Muhammadiyah Papua terus berkembang di
Tanah Papua dan menghasilkan sarjana-sarjana yang unggul untuk membangun
daerah "Selama ini kan Papua dianggap tertinggal, dengan adanya kampus ini kita dapat bersaing dengan teman- teman di Indonesia bagian lainnya," katanya. Hal senada juga juga disampaikan Ketua MPM Universitas Muhammadiyah Papua Habel Heluka.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar